Jumat, 16 Desember 2011

Waktu yang Memaksaku Belajar Ikhlas

It just a moment when you go far away for 40 days.

Waktu terus menampakkan tajinya yang seolah-olah mengatakan bahwa dirinya adalah yang paling kuat. Waktu jugalah yang sedikit demi sedikit memberi peluang bagi hati untuk bicara, walaupun sejuta pisau masih menodong organ tersebut sehingga menimbulkan guratan-guratan yang tak akan pernah hilang, entah sampai kapan.

Ingin aku melepas seribu bayang dan kenangan indah yang sempat terekam dan terpatri dalam memori di kepalaku, namun lagi-lagi waktu berbicara. Sosoknya yang selalu ada membuatku tak bisa memberi sesuatu hanya sekedar untuk merobek relung tersebut. Dan apa daya, sepertinya aku harus belajar untuk memasuki suatu rongga yang hanya sekecil biji sawi, untuk mengatakan kata-kata IKHLAS